Perkembangan masyarakat dan dunia kerja pada era global menuntut sumber daya manusia yang makin kompetitf. Oleh karena itu, sesuai dengan visi dan misi, Universitas Syiah Kuala (selanjutnya disingkat Unsyiah) memandang perlu untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, baik dalam bidang hard skills maupun soft skills. Dalam proses pembelajaran, Unsyiah mendorong mahasiswa se-optimal mungkin untuk menggali pengalaman dari kegiatan kemahasiswaan agar memiliki nilai lebih. Untuk itu, Unsyiah perlu menghargai setiap ekstrakurikuler dan nonkurikuler dalam bentuk pemberian satuan kredit prestasi, seperti halnya pemberian satuan kredit semester pada kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler.

Pemberlakuan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bertujuan (a) meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan; (b) meningkatkan kemampuan kepemimpinan, kerjasama, dan komunikasi mahasiswa; (c) memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap aktivitas pembelajaran dan prestasi mahasiswa di luar kegiatan kurikuler; (d) mengetahui semua aktivitas yang pernah diikuti dan semua prestasi yang pernah diperoleh setiap mahasiswa selama menempuh pendidikan di Unsyiah; dan (e) menyediakan dokumen yang disertai bukti-bukti otentik tentang segala aktivitas dan semua prestasi tersebut yang penting bagi pemangku kepentingan ketika memasuki dunia kerja.

Dalam rangka pemberlakuan SKPI tersebut, diperlukan pedoman pelaksanaannya yang mengatur kegiatan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan soft skills melalui kegiatan ekstrakurikuler dan nonkurikuler. Hal ini dimaksudkan untuk (a) memberi panduan dalam melakukan kegiatan ekstrakurikuler dan nonkurikuler; (b) memberi panduan dalam penilaian kegiatan ekstrakurikuler dan nonkurikuler mahasiswa; dan (c) menetapkan besaran satuan kredit prestasi yang akan diakumulasikan dalam SKPI bagi setiap mahasiswa.

Bagikan halaman ini